Uncategorized

Mengenal Karakter Kopling Kering dan Basah pada Sepeda Motor

Kopling jadi salah satu bagian pada sepeda motor yang kerap dilupakan. Sedikit mengenal fungsi kopling, tugasnya adalah sebagai penerus putaran mesin, dari poros engkol ke roda gigi mesin, yang kemudian diteruskan ke roda belakang.

Jenis kopling cukup beragam, mulai dari kopling gesek, fluida, sentrifugal, dan kopling magnet. Namun, yang paling sering digunakan untuk kendaraan, khususnya roda dua adalah jenis kopling gesek tipe pelat. Nah, dari situ, baru terbagi lagi ada kopling pelat basah dan kopling pelat kering, sesuai dengan lingkungan kerjannya.

“Secara sederhana, pengertian kopling basah pada sepeda motor adalah kopling yang terendam oli. Sedangkan untuk kopling kering berlaku sebaliknya, keberadaannya tidak diselimuti oleh oli,” ujar Setyo Cahyanto, Technical Service Supervisor Astra Motor Jawa Tengah  kepada KompasOtomotif, Senin (12/12/2016).

Setyo melanjutkan, khususnya untuk sepeda motor Honda, kopling basah umumnya diaplikasikan untuk jenis skuter matik. Sementara untuk yang kering kebanyakan di luar dari model tersebut, seperti sport maupun bebek.

Kelebihan dan Kekurangan

Setyo menambahkan, kopling kering memiliki kelebihan di antaranya tidak akan mengalami slip, terutama ketika pemilik kendaraan melakukan kesalahan dalam pemakaian oli mesin. Ini karena kopling kering tidak terendam oli.

“Dengan kata lain, kualitas oli tidak mempengaruhi kinerja kopling. Daya cengkramnya juga lebih erat. Kekurangan kopling kering yaitu terkait pelumasannya, atau karena dia tidak terendam oli (bisa cepat aus),” ujar Setyo.

Lalu, kata Setyo, kelebihan kopling basah berkebalikan dengan kopling kering, di mana secara pelumasan lebih sempurna. Sisi negatifnya, proses kerja kopling basah tergantung dari kualitas oli (terlalu licin bisa selip). Selain itu hambatan geseknya kurang, sehingga tidak seefektif kopling pelat kering.